Bappenas: BI Jangan Terlalu Reaktif Soal BI Rate

JAKARTA, investorindonesia.com-Bank Indonesia (BI) diingatkan agar jangan bersikap terlalu reaktif dalam memutuskan kebijakan suku bunga acuan (BI rate) terkait tekanan inflasi yang tinggi, namun juga tidak terlambat untuk memberikan panduan yang jelas pada stabilitas ekonomi nasional. "Penyesuaian yang gradual akan memberi pelaku pasar kesempatan untuk melihat permasalahan dengan baik, memperkirakan suatu tantangan dan memberi kepastian jauh ke depan," kata Direktur Perencanaan Makro Bappenas, Bambang Prijambodo di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Antara. Menurut Bambang, penyesuaian yang gradual diharapkan akan memberikan risiko-risiko yang lebih pasti sehingga akan mengurangi efek-efek harga atau spekulasi yang berlebihan. "Selain memperhatikan inflasi inti dan inflasi harga konsumen, BI juga harus mempertimbangkan kondisi nilai tukar rupiah dan ekspektasi rupiah mendatang dalam menentukan suku bunganya," katanya. Bambang mengingatkan, BI juga mempunyai beberapa instrumen lainnya dalam mengendalikan inflasi dan nilai tukar, seperti menggunakan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), cadangan devisa, atau giro wajib minimum, selain instrumen suku bunga acuan atau BI rate "Itu semua dalam rangka menjaga likuiditas," katanya. Yang jelas, katanya, kebijakan BI terkait suku bunga itu tidak boleh terlambat karena ongkos penyesuaian yang jauh lebih besar. BI rate saat ini berada pada level 8,25 %, sementara inflasi tahunan (year on year) Mei telah mencapai 10,38 %. Atas situasi demikian, BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan mereka pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) besok (5/6), meski belum jelas apakah sebesar 25 basis poin, seperti pada RDG sebelumnya, atau 50 basis poin. (*)

Posted in Labels: , , |

0 comments:

Yahoo! Web Hosting - Build a great web site with our easy-to-use tools Your Ad Here

Online Payment

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.