Windows XP Menjelang Ajal

TEMPO Interaktif, : Pada sebuah forum diskusi di situs Apple, topik pembicaraan tentang Microsoft Windows sedang menghangat. Mereka ramai membicarakan tentang kompatibilitas Safari, browser terbaru buatan Apple, dengan Windows XP, sistem operasi buatan Microsoft. "Ketika saya mencoba menjalankan Safari 3.1 di komputer yang berbasis Windows XP, komputer saya malah langsung crash," ujar salah seorang pengguna Windows XP yang mengaku bernama SakJosep di forum diskusi itu. Tak hanya SakJosep yang meradang. Ada banyak keluhan senada yang dikirimkan ke forum diskusi tersebut. Ini menggambarkan betapa Windows XP memiliki pengaruh yang kuat, bahkan di antara para pengguna produk Apple. Browser boleh apa saja, tapi tetap harus berjalan dengan sistem operasi Windows XP. Begitulah kira-kira semboyan SakJosep dan kawan-kawannya. Namun, napas sang mesin tampaknya tinggal sebentar lagi. Microsoft akan menghentikan penjualan Windows XP pada 31 Januari 2009. Sementara itu, dukungan untuk XP hanya akan disediakan hingga 14 April 2009. Microsoft bukannya tak pernah memperpanjang napas hidup Windows XP. Perusahaan ini telah memundurkan batas waktu terakhir penjualan XP melalui pasar retail dan kanal OEM--melalui komputer dengan Windows XP yang terinstal di dalamnya--hingga paling lambat 30 Juni mendatang. Waktu itu lambat laun akan tiba juga. Bisa saja pengguna XP bertahan sampai munculnya versi terbaru Windows, yaitu Windows 7, yang diluncurkan pada 2010. Namun, siap-siaplah bertahan dengan aplikasi yang itu-itu saja, yang belum tentu enak dipakai dalam mengakses Windows 7. Itulah sebabnya, para pencinta XP mulai pasang aksi. Situs Infoworld.com sampai-sampai merasa perlu menghimpun para pencinta XP untuk mengajukan petisi terbuka secara online kepada Microsoft. Mereka meminta perusahaan itu memperpanjang penjualan, dukungan, serta layanan Windows XP. Hingga kini, petisi bertajuk Save Windows XP tersebut telah didukung kurang-lebih 100 ribu pengguna XP. Harapan sebetulnya masih ada. Tahun ini Microsoft akan melempar Service Pack 3 khusus untuk pelanggan korporat. Benjamin Gray, analis dari Forrester Research, menilai bisa saja pada saat itu Microsoft kembali memperpanjang umur XP. Windows XP memang terbilang sebagai mesin komputer paling populer di jagat ini. Penerusnya, Windows Vista, pun belum sanggup mengalahkan kedigdayaan saudara tuanya. Ada banyak alasan yang membuat banyak pelanggan emoh beralih ke Vista. Bisa jadi karena mereka sudah terlalu terbiasa dengan antarmuka dan stabilitas sistem operasi yang diluncurkan pertama kali pada Oktober 2001 tersebut. Dari sudut keamanan, XP dinilai lebih baik ketimbang Vista, melalui fitur User Access Control-nya. Fitur ini membuat XP imun terhadap eksploit yang dapat memanfaatkan celah account privilege pada Vista. Itulah sebabnya, untuk menghindari hal ini, pengguna Vista mesti menggunakan account non-admin. Selain itu, dari sisi kinerja, Vista membutuhkan resource hardware dua kali lebih besar ketimbang Windows XP Service Pack 2 atau 3. "Paling tidak, dibutuhkan RAM 2 gigabita kalau nggak mau komputer seperti kura-kura," kata Boy Benyamin, seorang programmer komputer, yang sudah lama menggunakan XP.

Posted in Labels: |

0 comments:

Yahoo! Web Hosting - Build a great web site with our easy-to-use tools Your Ad Here

Online Payment

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.